Menuju ke desa terindah di Sumatera Barat

Perjalanan sebelumnya adalah menuju ke kelok 9 dan menuju ke istana pagaruyung yang membuat saya sangat senang. Kali ini kita akan menuju ke sebuah tempat yang mereka sebut Desa Terindah. Kami menuju ke sini setelah sebelumnya mengunjungi Istana Pagaruyung di cerita perjalanan yang kedua.

Ini adalah cerita kelanjutan dari menuju ke istana pagaruyung. Setelah selesai, kami berempat makan siang di salah satu kedai nasi yang ada di depan Istana Pagaruyung dan setelah selesai makan, saya dan bapak mengambil mobil dan langsung menjemput ibu dan istri saya di kedai nasi tersebut dan langsung menuju ke tempat yang bernama desa terindah.

Perjalanan menuju ke desa terindah ini menurut saya cukup berliku dan lumayan jauh dari Istana Pagaruyung karena kami melewati beberapa tempat dan juga persawahan. Wah baru kali ini saya melihat yang benar - benar sawah guys, ini adalah perjalanan yang wajib juga teman - teman coba. Dalam perjalanan ini kami hampir tersesat dan tidak bisa menemukan tempat untuk berputar.

Cerita begini, ketika itu 😑 kami mengikuti jalan yang menurut kami benar tapi kok makin lama jalannya semakin sempit dan jalannya menurun, ibu mungkin sudah ada firasat jika jalan ini adalah jalan yang tidak betul alias tersesat. Diputuskan untuk putar arah, masalah yang kemudian adalah bagaimana cara untuk memutar karena jalannya hanya 1 mobi dan menurun pula, akhir ada halaman rumah yang bentuknya menurun ( ..... kebayang gak sih... 😅 ), saya beranikan diri, pasang rem, kopling gas dengan perhitungan yang tepat supaya bisa melakukan manuver ini dengan tepat, oalahhh hampir gagal saudara - saudara tapi untuknya dipercobaan kedua berhasil. Aduh leganya perasaan ini.

Setelah putar balik itulah akhirnya ketemulah yang namanya Desa Terindah. Yang khas di tempat ini adalah Kopi Kawa dan tentu saja pemandangan yang bagus banget. Apa itu Kopi Kawa? Sebelumnya teman lihat dulu gambarnya ya.


Kopi Kawa adalah daun kopi yang disedu seperti daun teh, yang saya heran walaupun rasanya seperti kopi tapi juga rasanya itu seperti teh. Ayo tunjuk tangan yang sudah mencicipi kopi kawa ini. Disajikan dengan menggunakan tempurung kelapa sebagai gelas, nikmat dirasakan. Ternyata dibalik nikmat yang kita rasakan ini ada sejarah yang cukup menyedihkan dibalik Kopi Kawa ini.

Setelah menikmati pemandangan hari ini waktunya kami untuk pulang ke penginapan dan untuk beristirahat karena besok hari adalah perjalanan selanjutnya yang akan menanti kami.

Posting Komentar

Copyright © 2021

Bolang Hunter